Slawi – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tegal mendapat kunjungan kerja Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag dalam rangka pembinaan kepada dewan guru, mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak dan Penandatanganan Prasasti Madrasah Digital, Sabtu (4/7) di Aula An Nur.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal, kepala madrasah se-eks karesidenan pekalongan, dewan guru, tenaga kependidikan, dan komite madrasah.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 1 Tegal menyampaikan rasa syukur atas kunjungan Dirjen Pendis yang menjadi motivasi besar bagi seluruh warga madrasah untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan.
“Kehadiran Bapak Dirjen Pendis menjadi energi baru bagi kami untuk terus berinovasi. MAN 1 Tegal berkomitmen menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi sehingga peserta didik dapat berkembang secara optimal.”
Pada kesempatan tersebut, Dirjen Pendis Kementerian Agama RI secara simbolis memimpin Deklarasi Sekolah Ramah Anak, yang ditandai dengan pembacaan komitmen bersama dan penandatanganan deklarasi oleh seluruh unsur madrasah.
“Harapannya MAN 1 Tegal dapat menjamin terpenuhinya hak-hak anak di lingkungan pendidikan, menciptakan suasana belajar yang bebas dari perundungan, diskriminasi, maupun kekerasan dalam bentuk apa pun, serta membangun budaya saling menghormati dan menghargai perbedaan,” ucap Prof Suyitno.
Lanjutnya konsep Madrasah Ramah Anak merupakan implementasi kebijakan Kementerian Agama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Selain deklarasi tersebut, Dirjen Pendis juga meresmikan penguatan implementasi Madrasah Digital di MAN 1 Tegal sebagai bentuk kesiapan madrasah menghadapi transformasi pendidikan di era digital.
Dalam arahannya, Prof Suyitno menekankan bahwa keberhasilan sebuah madrasah tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia dan budaya kerja yang dibangun bersama.
“Madrasah masa depan adalah madrasah yang mampu menghadirkan lingkungan belajar yang membahagiakan peserta didik sekaligus memanfaatkan teknologi sebagai sarana meningkatkan kualitas pembelajaran. Digitalisasi harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai keagamaan, dan perlindungan terhadap hak-hak anak.”
Melalui kunjungan ini, MAN 1 Tegal semakin mempertegas posisinya sebagai madrasah yang terus bertransformasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
