Lebaksiu — Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, MAN 1 Tegal melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban di lingkungan madrasah pada Kamis (28/5). Pada kegiatan tersebut MAN 1 Tegal menyembelih 1 ekor sapi dan 8 ekor kambing yang di bagikan ke masyarakat sekitar madrasah.
Kepala MAN 1 Tegal, H. Kasturi menyampaikan bahwa momentum Idul Adha merupakan sarana untuk menanamkan nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial kepada peserta didik.
“Idul Adha mengajarkan kita arti keikhlasan dan pengorbanan sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Melalui kegiatan kurban ini, kami berharap siswa tidak hanya memahami nilai ibadah secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap peduli, berbagi, dan mempererat ukhuwah,” ujarnya.
Waka Kesiswaan, Hj. Nok Aenul menjelaskan kegiatan penyembelihan hewan kurban menjadi agenda rutin tahunan yang diselenggarakan madrasah untuk meningkatkan nilai keimanan, ketakwaan, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di antara warga madrasah dan masyarakat sekitar.
“Tahun ini, panitia kurban berhasil menghimpun sejumlah hewan kurban yang berasal dari partisipasi guru, pegawai, siswa, alumni, dan para donatur,” jelas Nok Aenul.
Pembina Ekstra Keagamaan, Ahmad Kafi menyebut sejak pagi hari, panitia kurban yang terdiri atas guru, pegawai, anggota OSIS, dan Keagamaan telah mempersiapkan seluruh kebutuhan kegiatan. Proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat Islam dengan tetap memperhatikan aspek kebersihan, keamanan, dan ketertiban lingkungan.
“Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan kurban juga menjadi media pembelajaran karakter bagi siswa. Para siswa dilibatkan secara langsung dalam proses penanganan hewan kurban, pemotongan daging, pengemasan, hingga pendistribusian kepada masyarakat,” ucapnya.
Lanjutnya keterlibatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab, kerja sama, serta kepedulian sosial.
Salah satu panitia keagamaan, Faozan mengungkapkan bahwa daging kurban kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar madrasah, siswa kurang mampu, tenaga kebersihan, serta warga yang membutuhkan.
“Pembagian dilakukan secara tertib oleh panitia agar seluruh penerima dapat memperoleh manfaat secara merata,” jelasnya.
Suasana kekeluargaan dan gotong royong tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Guru dan siswa bekerja bersama dengan penuh antusias demi kelancaran pelaksanaan kurban. (nuris)
